UM-PTKIN 2026 Resmi Dimulai, Partisipasi Tinggi dan Keragaman Peserta Perkuat Karakter Inklusif PTKIN
- Written by Nahrun Hartono
- Published in Artikel, Informasi
- Permalink
Pelaksanaan Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UM-PTKIN) Tahun 2026 resmi dimulai pada Senin (8/6/2026). Seleksi nasional berbasis Sistem Seleksi Elektronik (SSE) tersebut dilaksanakan secara serentak di 59 titik lokasi ujian yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia dan dijadwalkan berlangsung hingga 14 Juni 2026.
Pada tahun ini, UM-PTKIN mencatat tingkat partisipasi yang tinggi dengan total 64.479 pendaftar. Berdasarkan data Panitia Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) PTKIN, Provinsi Jawa Barat menempati posisi sebagai wilayah dengan jumlah pendaftar terbanyak, yakni 9.245 peserta. Posisi berikutnya ditempati Jawa Timur dengan 8.971 peserta, Jawa Tengah 7.440 peserta, Aceh 4.083 peserta, serta Sumatra Utara sebanyak 3.956 peserta.
Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. Amin Suyitno, M.Ag., menyampaikan apresiasi terhadap peningkatan jumlah pendaftar serta berbagai inovasi yang diterapkan dalam penyelenggaraan UM-PTKIN 2026. Menurutnya, peningkatan jumlah pendaftar dan registrasi merupakan indikator tingginya kepercayaan masyarakat terhadap Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN).
Ia menjelaskan bahwa berbagai inovasi dan pendekatan baru yang diterapkan, baik dalam proses pendaftaran maupun pelaksanaan ujian, merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas layanan kepada calon mahasiswa. Saat membuka pelaksanaan UM-PTKIN secara virtual, Amin Suyitno menyatakan bahwa peningkatan signifikan jumlah pendaftar menjadi capaian yang patut diapresiasi, sekaligus mencerminkan efektivitas berbagai pembaruan yang dilakukan dalam sistem penerimaan mahasiswa baru.
Lebih lanjut, Amin memberikan apresiasi kepada para pimpinan PTKIN yang secara aktif melakukan sosialisasi dan memperluas jangkauan promosi pendidikan tinggi kepada masyarakat. Menurutnya, langkah tersebut berkontribusi dalam meningkatkan minat masyarakat untuk melanjutkan pendidikan di lingkungan PTKIN. Kondisi ini juga menunjukkan bahwa program studi yang ditawarkan PTKIN semakin terbuka, inklusif, dan mampu menjangkau beragam lapisan masyarakat.
Karakter inklusif PTKIN turut tercermin dalam profil peserta UM-PTKIN 2026. Ketua Panitia Nasional PMB PTKIN, Prof. Dr. Abd. Aziz, M.Pd.I., mengungkapkan bahwa sebanyak 43 peserta difabel mengikuti seleksi tahun ini dengan berbagai kategori kebutuhan khusus. Jumlah tersebut terdiri atas 11 peserta tunanetra, 8 peserta tunarungu, 7 peserta tunadaksa, dan 17 peserta tunagrahita.
Panitia Nasional memastikan seluruh lokasi ujian telah menyiapkan layanan serta fasilitas pendukung yang diperlukan agar peserta difabel dapat mengikuti proses seleksi secara optimal dan setara. Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen penyelenggara dalam menjamin akses pendidikan tinggi yang lebih inklusif.
Selain peserta difabel, UM-PTKIN 2026 juga diikuti oleh peserta yang berasal dari latar belakang agama yang beragam. Data panitia menunjukkan terdapat 20 peserta nonmuslim yang mengikuti seleksi tahun ini, terdiri atas 17 peserta beragama Kristen, 2 peserta beragama Katolik, dan 1 peserta dari kelompok Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
Dimensi keterbukaan PTKIN juga terlihat dari partisipasi peserta internasional. Pada pelaksanaan UM-PTKIN tahun ini, tercatat satu peserta berasal dari Papua Nugini yang mengikuti seleksi untuk melanjutkan pendidikan tinggi di Indonesia melalui jalur UM-PTKIN.
Partisipasi peserta difabel, peserta lintas agama, serta peserta internasional menunjukkan bahwa PTKIN terus berkembang sebagai institusi pendidikan tinggi yang menjunjung prinsip inklusivitas, menghargai keberagaman, dan memiliki daya tarik yang semakin luas, baik pada tingkat nasional maupun internasional.
Sumber: Panitia Nasional PMB PTKIN 2026.
